Idul Fitri Bahagia!

Hari ini segala perih terobati, segala luka tersembuhkan. Hari dimana segala persiapan dan perbekalan selama Ramadhan diuji kembali. Sejauh mana kita menempa diri menjadi pribadi yang baik hati, tawakal sama Allah dengan segala apa yang diberi. Hamba yang lemah ini selalu berdoa semoga bisa bertemu Ramadhan tahun depan lagi. Selamat Hari Raya! Selamat Idul Fitri!

Info

Sore ini di Masjid Laweyan, Solo. KAJIAN REMAJA ISLAM SAVE OUR AQIDAH. Jam 16.00 sampe Adzan Maghrib. Pembicara Burhan Sodiq. Be there. Gratis!

Prepare for Iktikaf

Tak terasa tinggal beberapa hari lagi berpuasa. Ajang meraih lailatul qadr sudah di depan mata. Sekarang tinggal mencari masjid untuk iktikaf, mengisi 10 hari terakhir dengan ibadah yang tak putus-putusnya. Teman-teman redaksi juga sudah siap-siap ancang-ancang meliburkan diri pada tanggal 20 nanti. Ada yang memilih masjid di daerah dingin seperti tawangmangu, tapi ada pula yang sengaja memilih masjid di dekat tempat tinggal. Seru, rame, dan kayaknya bakalan mengasyikkan.

Tetapi nampaknya hak iktikaf belum berlaku bagi temen-temen pekerja toko buku arafah. Mereka malah diminta masuk sampai tanggal 29 September 2008. Itu berarti H min 2 dari Idul Fitri. Kasihan juga sih, tapi gimana lagi wong mereka hanya karyawan. Kalau diminta masuk ya harus masuk. Semoga saja Ramadhan kali ini sangat bermakna bagi semua, baik yang boleh iktikaf maupun tidak.

Fight!

Seorang kawan, mengaku hidupnya garing dan hampa. Tidak kriuk, tidak renyah dan tidak makyuss. Hidup seperti sekedar rutinitas tanpa pesan. Melongo, bingung dan sama sekali tidak menciptakan sensasi. Padahal dia cukup mapan, kerjaan oke, penghasilan juga lancar.

Kemungkinannya adalah pada aspek hidup yang kurang menantang. Tidak punya komunitas yang menggerakkan jiwanya. Tidak punya visi yang diperjuangkan, sehingga semuanya serba kecukupan dan tak ada lagi yang ingin diperjuangkan.

Manusia memang makhluk yang anti kemapanan. Bila ia sudah mencapai sebuah puncak, sebaiknya ia memanjat puncak yang lain. Yang lebih tinggi. Sehingga adrenalinnya selalu tertantang lagi dan lagi. Apalagi bila urusannya dengan konteks perjuangan, selalu ada jalan dan selalu ada tantangan. Berjuanglah untuk islam, maka hidupmu akan selalu tertantang!

Sebelum dan Sesudah

Older Posts »